Asesmen dan Evaluasi

 Asesmen dan Evaluasi*

Siti Hajar, Susan Sovia, dan Suci Aulia Zaman




Materi assessment dan evaluation sangatlah menarik untuk dibahas dan dikaji ulang. Banyak guru yang berpendapat bahwa assessment dan evaluation merupakan bagian tersulit dari tugas mengajar. Masih banyak masalah yang muncul terkait melakukan penilaian di sekolah dan di dalam kelas. Tidak banyak guru yang memahami bagaimana mempraktekkan penilaian secara tepat dalam proses belajar mengajar meskipun pemerintah telah mencanangkan banyak program untuk meningkatkan kapasitas guru terkait cara melakukan assessment dan evaluation terhadap siswa.



Assessment merupakan suatu proses yang berfokus pada penilaian peningkatan hasil belajar mengajar. Dalam sebuah referensi disebutkan bahwa assessment adalah proses mengumpulkan data atau informasi tentang cara guru mengajar dan cara siswa belajar (Hanna & Dettner, 2004). Proses ini memberikan informasi bagaimana siswa belajar dari apa yang diajarkan (how learning is going). Informasi yang didapat dari hasil assessment ini dapat digunakan oleh sekolah untuk membuat perubahan dan perbaikan terkait pembelajaran. Hasil dari assessment juga bermanfaat untuk membantu siswa dalam meningkatkan cara dan kebiasaan mereka dalam belajar (to increase quality of learning). Selain itu, informasi yang didapat adalah berpusat pada siswa sebagai si pembelajar (learner-centered), dan tidak dinilai dalam bentuk angka. 



Secara umum, ada beberapa tipe assessment yaitu diagnostic assessment, formative assessment, and summative assessment. Ketiganya memiliki perbedaan dari sisi cara melakukan dan kontennya. Diagnostic assessment berbentuk pre-test, self-assessment, dan interviews. Tujuan dari melakukan bentuk assessment ini adalah untuk mengidentifikasi pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan/skill dasar siswa. Ini juga dapat bermanfaat bagi guru dalam menentukan langkah awal terkait materi dan metode pengajaran yang cocok diterapkan di kelas sehubungan untuk memfasilitasi anak sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Selanjutnya, formative assessment dilakukan selama proses memberikan instruksi dan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung. Feedback adalah hasil yang didapat dari formative assessment yang biasanya berbentuk deskripsi terkait kelebihan dan kekurangan kegiatan belajar yang dilakukan atau terkait kemajuan dan perkembangan siswa itu sendiri. Berikut ini adalah contoh-contoh penggunaan formative assessment di kelas; (1) Observasi kegiatan pembelajaran siswa, (2) Latihan/PR sebagai bentuk review untuk persiapan ujian dan diskusi kelas, (3) sesi tanya jawab, baik itu formal/terencana maupun informal, (4) konferensi/seminar antara  guru dan murid, (5) self-assessment dan feedback dari siswa yang dikumpulkan secara berkala.



Summative assessment dilakukan setelah pembelajaran selesai. Proses ini dilakukan untuk mengukur hasil akhir atau kualitas dari sebuah pembelajaran yang biasanya dinilai dalam bentuk angka-angka. Rubrik, berisi criteria yang digunakan untuk mengukur standar dari kompetensi yang diharapkan, adalah salah satu alat yang dipakai dalam summative assessment.  Jenis assessmen ini digunakan untuk menilai apa yang sudah dipelajari siswa di kelas dengan nilai/angka (grades). Angka-angka ini menunjukkan apakah pengetahuan siswa sudah mencapai level yang ditentukan dan apakah mereka mampu untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Dengan kata lain, summative assessment ini adalah product-oriented, yaitu penilaian yang berpusat pada hasil akhir belajar/produk belajar siswa. Adapun bentuk-bentuk dari penilaian sumatif adalah; (1) Ujian sekolah, (2) Ujian Nasional, (3) Class Projects, (4) performances, (5) portofolio, (6) evaluasi diri. 



Dalam mempraktekkan penilaian dalam bentuk evaluasi (evaluation), nilai/angka adalah fokusnya. Penilaian jenis ini lebih menunjukkan hasil penilaian akhir dalam bentuk angka-angka seperti tes pada ujian semester, ujian nasional, dan lain semisalnya. Adapun tujuan dari evaluasi ini adalah untuk mengukur apa yang sudah dipelajari siswa (to gauge what’s been learnt) dan kualitas hasil belajar siswa (product-oriented). Selain tes tertulis, evaluasi ini dapat berbentuk diskusi, kerjasama, kehadiran, dan kemampuan verbal.


*Tulisan ini adalah hasil terjemahan dari tugas essay pada mata kuliah “Assessment dan Evaluation”   Master Degree of Teacher Education University of Tampere, Finland 



Comments

Popular posts from this blog

Kegiatan Verifikasi Seksi Ekonomi Persit Kartika Chandra Kirana Cabang X Rindam PD XIII/Merdeka

Opini Media Indonesia Februari 2023

Refleksi Diri