Apa Itu Perawatan Paliatif ?


Saat kita menjenguk pasien, khususnya pasien yang mengalami sakit yang berkepanjangan, kita sering kali mengucapkan kalimat yang bermaksud untuk menunjukkan rasa empati kita terhadap pasien seperti :  sabar ya, penyakitmu tidak seberat itu kok, masih banyak yang lebih menderita, seandainya dulu bapak tidak merokok, santai saja jangan dipikirkan, padahal menurut DR.dr. Maria A Witjaksono, MPALLC,  kalimat tersebut harus dihindari karena bukan membuat pasien tenang tetapi justru akan menambah depresi. “Jangan datang menjenguk untuk memberikan nasehat, tapi berikanlah dukungan” ujar dr. Maria, yang merupakan dokter satu-satunya lulusan bidang Paliatif di Indonesia.


Dalam kegiatan webinar yang bertema “Perawatan Paliatif Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Dan Keluarga” yang diselenggarakan oleh Persit KCK Cabang BS Seskoad pada Rabu, 31 Maret 2021, dr. Maria A Witjaksono, menjelaskan tentang penting melakukan perawatan paliatif pada pasien dan keluarganya.


Perawatan Paliatif (Palliative Care) adalah suatu pendekatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarganya yang menghadapi masalah terkait penyakit yang mengancam jiwa, melalui pencegahan dan tindakan meringankan penderitaan seperti bagaimana mengurangi rasa nyeri, masalah fisik, sosial, dan spiritual yang dihadapi pasien selama pengobatan.Tujuan dari Perawatan Paliatif ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan membuat pasien lebih tenang, bahagia, dan nyaman ketika menjalani pengobatan. “Berhasilnya perawatan paliatif bukan berarti pasien sembuh, akan tetapi, apabila pasien bisa menghabiskan waktunya yang tersisa dengan berkualitas”. Ujar dr. Maria.


Jennifer J. Clinch, Deborah Dudgeeon dan Harvey Schipper menyatakan bahwa aspek dari kualitas hidup adalah kemampuan fisik dan fungsional dalam beraktivitas, kesejahteraan keluarga, ketenangan spiritual, fungsi sosial, kepuasan terhadap pengobatan (termasuk masalah keuangan), orientasi masa depan, kehidupan seksual, termasuk gambaran terhadap diri sendiri dan fungsi dalam bekerja. (http://www.rscarolus.or.id/article/perawatan-paliatif)



Ketua Persit KCK Cabang BS Seskoad Ibu Yani Anton Nugroho, menyampaikan pentingnya mengikuti kegiatan webinar ini guna untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang bagaimana mengatasi apabila ada keluarga atau saudara yang memiliki penyakit yang tidak dapat disembuhkan dengan cara memaksimalkan kualitas hidup pasien serta memberikan dukungan kepada keluarganya.


Kegiatan webinar ini merupakan rangkaian kegiatan HUT Persit Kartika Chandra Kirana yang ke-75, yang dihadiri oleh 480 pengurus dan anggota Persit KCK termasuk IIS Dikreg LX Seskoad Tahun 2021, baik secara virtual maupun tatap muka.

 

 


 Susan Abdul Rajab,

Istri dari Pasis Dikreg LX Seskoad TA 2021

 

Comments

Popular posts from this blog

Kegiatan Verifikasi Seksi Ekonomi Persit Kartika Chandra Kirana Cabang X Rindam PD XIII/Merdeka

Opini Media Indonesia Februari 2023

Refleksi Diri