Dari Sekolah Tenda sampai Finlandia

Kecintaan saya di dunia pendidikan berawal ketika saya menjadi relawan guru di sekolah tenda pasca terjadinya gempa bumi dan tsunami yang melanda Aceh pada tahun 2004. Saat itu, saya masih kuliah di Jurusan Pemikiran Politik Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Walaupun harus meninggalkan bangku kuliah untuk beberapa saat, dengan penuh keyakinan saya mengajukan diri untuk bergabung sebagai tim relawan Pendidikan Untuk Aceh dan Sumatera (PUAS). Januari 2005 saya tiba di bumi Serambi Mekkah, Banda Aceh. Bersama beberapa rekan relawan guru, saya ditempatkan di daerah Krueng Raya, salah satu daerah terparah terkena dampak tsunami. Setiap pagi, saya dan tim berjalan kurang lebih 5 km untuk sampai di lokasi tenda sekolah darurat. Sepanjang perjalanan menuju lokasi, kami harus “mampir” ke barak-barak pengungsi untuk mengidentifikasi anak-anak usia sekolah dan membujuk mereka untuk ikut bersama anak-anak yang lain, bermain, bernyanyi dan melakukan banyak hal di sekolah tenda. Kura...